Tugas2_Resume Ilmu Perilaku Konsumen
TUGAS (2) MERANGKUM BUKU (BAGIAN 3)
Ditulis untuk Memenuhi Nilai Mata Kuliah E-Commerce
Dosen Pengampu: Widhy Wahyani, S.T., M.T.
Oleh :
Raden Edwin Febi Wicaksono 1853006
Megafina Rafita 1853011
Bela Isma Imtian 1853014
Anisa Minuril Laily 1953016
Nur ayu Irmawati 1953026
PROGRAM
STUDI TEKNIK INDUSTRI D-IV
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT
TEKNOLOGI NASIONAL
MALANG
2020
BAB 5
LINGKUNGAN SOSIAL MAKRO
Lingkungan
(environment) mengacu pada rangsangan fisik dan sosial yang kompleks di dunia
eksternal konsumen. Lingkungan sosial adalah semua interaksi sosial yang
terjadi antara konsumen dengan orang sekelilingnya atau antara banyak orang.
Lingkungan fisik adalah segala sesuatu yang berbentuk fisik di sekeliling
konsumen. Yang termasuk lingkungan fisik adalah beragam produk, toko, lokasi
toko.
Berdasarkan
kedekatannya dengan konsumen, lingkungan konsumen terbagi dalam lingkungan
makro dan lingkungan mikro.
·
Lingkungan mikro adalah lingkungan yang
sangat dekat dengan konsumen, yang berinteraksi langsung dengan konsumen.
·
Lingkungan makro adalah lingkungan yang jauh
dari konsumen. Lingkungan makro berskala luas, seperti sistem politik dan
hukum, ekonomi, sosial, budaya
Engel,
Blackwell dan Miniard (1995 : 794) mengemukakan bahwa pengaruh situasi
(situation influence) adalah pengaruh yang muncul dari faktor-faktor yang
sangat terkait dengan waktu dan tempat, yang tidak tergantung kepada konsumen
dan karakteristik objek (produk atau merek).
Tabel karakteristik situasi konsumen
|
No |
Karakteristik |
Keterangan |
|
1 |
Lingkungan
fisik |
Sarana
fisik yang menggambarkan situasi konsumen yang memiliki : dekorasi, aroma,
cahaya, cuaca dan objek fisik lainnya yang berada di sekitar konsumen. |
|
2 |
Lingkungan
sosial |
Kehadiran
dan ketidakhadiran orang lain pada situasi tersebut. |
|
3 |
Waktu |
Waktu
atau saat perilaku muncul, waktu mungkin diukur secara subjektif berdasarkan
situasi konsumen. |
|
4 |
Tujuan |
Tujuan
yang ingin dicapai pada suatu situasi. |
|
5 |
Suasana
hati |
Suasana
hati atau kondisi jiwa sesaat yang dibawa pada suatu situasi. |
Menurut
Sumarwan, dikatakan situasi konsumen terdiri atas 3 macam:
(1)
situasi komunikasi (pencarian informasi)
Situasi
komunikasi adalah suasana atau lingkungan dimana konsumen memperoleh informasi
atau melakukan komunikasi, komunikasi bisa bersifat pribadi atau nonpribadi.
(2)
situasi pembelian (mengunjungi toko dan belanja)
Situasi
pembelian adalah lingkungan atau suasana yang dialami/dihadapi konsumen ketika
membeli produk dan jasa. Situasi pembelian dalam sebuah toko eceran akan
memiliki karakteristik situasi konsumen: lingkungan fisik, lingkungan sosial,
waktu, alasan pembelian, dan suasana hati.
(3)
situasi pemakaian (konsumsi dan pembuangan produk)
Situasi
pemakaian adalah suasana ketika konsumsi terjadi. Para produsen seringkali
menggunakan konsep situasi pemakaian dalam memasarkan produknya. Produk sering
diposisikan sebagai produk untuk digunakan pada situasi pemakaian tertentu.
v Budaya Konsumen
Budaya
merupakan suatu kepercayaan, nilai-nilai dan kebiasaan yang dipelajari
seseorang, yang dapat mengarahkan seseorang tersebut dalam menggunakan suatu
barang atau jasa.
Unsur-unsur
budaya antara lain :
- Nilai (value)
Nilai
adalah kepercayaan yang dianut atau segala sesuatu yang dianggap penting oleh
seseorang atau suatu masyarakat.
- Norma (norm)
Norma
adalah kepercayaan yang dianut dengan consensus dari suatu kelompok sehubungan
dengan kaedah perilaku untuk anggota individual
- Kebiasaan
berbagai
bentuk perilaku dan tindakan yang diterima secara budaya.
- Larangan
berbagai
bentuk kebiasaan yang mengandung aspek moral, biasanya berbentuk tindakan yang
tidak boleh dilakukan seseorang dalam suatu masyarakat.
- Mitos
Mitos
menggambarkan cerita atau kepercayaan yang mengandung nilai dan idealisme bagi
suatu masyarakat.
- Symbol
segala
sesuatu (benda, nama, warna, konsep) yang memiliki arti penting lainnya
·
Budaya
Populer
Budaya
popular dinikmati bersama oleh semua masyarakat melewati batas negara, bangsa,
agama dan perbedaan-perbedaan lainnya.
Karakteristik
budaya popular :
1. Masuk
ke dalam pengalaman dan nilai kebanyakan anggota masyarakat dari suatu populasi
2. Tidak
memerlukan pengetahuan khusus untuk memahami budaya popular.
3. Budaya itu dihasilkan karena mudahnya setiap orang mengakses pada nilai-nilai budaya popular.
Jenis
– Jenis Budaya Populer
1.
Iklan
Pada
saat ini, konsumen tidak hanya bisa menikmati iklan-iklan nasional, tapi juga
iklan-iklan mancanegara yang dibuat diluar negeri dan ditayangkan ditanah air.
Iklan telah menjadi budaya internasional.
2.
Televisi
Televisi
adalah medium iklan yang banyak digunakan oleh para produsen, karena
jangkauannya yang luas dan kemampuan audio visualnya dalam menyampaikan iklan.
3.
Musik
Musik
telah menjadi budaya populer yang sangat penting, karena musik sangat terkait
dengan televisi dan iklan. Musik banyak dipakai oleh iklan-iklan produk dan
jasa
4.
Radio
Radio
menciptakan budaya populer pada era tahun 1980an yaitu budaya interaktif antara
pendengar radio dan penyiar radio atau antara reporter radio dan penyiar radio.
5.
Pakaian dan Aksesoris
Pakaian
dan aksesoris menggambarkan suatu budaya dan bangsa. Pakaian telah menjadi
budaya populer yang global.
6.
Permainan (games)
Seiring
dengan berkembangnya teknologi alat-alat elektronik, seperti televisi,
komputer, VCD player, DVD player, maka berkembang pula segala macam jenis
permainan yang menggunakan peralatan tersebut.
7.
Film
Film
telah menjadi hiburan massal bagi masyarakat konsumen Indonesia bahkan
masyarakat dunia.
8.
Komputer
Komputer,
internet, dan telepon genggam telah menjadi ciri budaya modern suatu bangsa
pada dekade ini termasuk ciri budaya populer masyarakat Indonesia.
- Sub – Budaya dan Demografi
Sub-budaya
ialah budaya yang ada di dalam suatu masyarakat bisa dibagi lagi ke dalam
beberapa bagian yang lebih kecil. Sub-budaya bisa tumbuh dari adanya
kelompok-kelompok di dalam suatu masyarakat.
Unsur
- unsur sub budaya dan demografi
- · Usia
Merupakan hal yang penting
untuk dipahami, karena konsumen yang berbeda usia akan mengkonsumsi produk dan
jasa yang berbeda.
- · Pendidikan dan Pekerjaan
Pendidikan akan menentukan
jenis pekerjaan yang dilakukan oleh seorang konsumen, pendapatan dan pendidikan
tersebut kemudian akan mempengaruhi proses keputusan dan pola konsumsi
seseorang.
- · Lokasi Geografik
Dimana seorang konsumen
tinggal akan mempengaruhi pola konsumsinya.
- Kelas Sosial
Kelas
sosial adalah pembagian masyarakat ke dalam kelaskelas yang berbeda atau strata
yang berbeda. Perbedaan kelas atau strata akan menggambarkan perbedaan
pendidikan, pendapatan, pemilikan harta benda, gaya hidup dan nilai-nilai yang
dianut.
Setiap
kelas sosial akan berbeda dalam hal :
1.
Perilaku pengeluaran (spending behaviour)
2. Penggunaan
produk (produk usage): Jenis makanan, jenis pakaian,
3.
Pemilihan Merk (Brand choice): memiliki preferensi pada merek tertentu atau
tidak
4.
Perilaku Berbelanja (shopping behaviour): tempat berbelanja, cara berbelanja
5.
Ekspos Media (Media ekspose): media yang dikonsumsi (jenis dan banyaknya).
Faktor
– faktor yang menentukan kelas sosial
·
Variabel ekonomi
-
Status pekerjaan
Prestasi yang diraih oeh seseorang dalam pekerjaannya
akan menentukan kelas sosial.
-
Pendapatan
Pendapatan akan menentukan daya beli seseorang, yang
selanjutya akan mempengaruhi pola konsumsinya.
-
Harta benda
Pendapatan yang tinggi biasanya diikuti oleh pemilikan
harta benda yang banyak.
·
Variabel interaksi
-
Prestis individu
Seseorang memiliki prestis pribadi apabila ia dihormati
oleh orang lain dan orang-orang disekelilingnya.
-
Asosiasi
Kelas sosial seseorang dapat diketahui dengan
mengidentifikasi dengan siapa ia berkomunikasi dan bergaul dalam kehidupan
sehari-hari.
-
Sosialisasi
Sebuah proses dimana seseorang belajar berbagai keterampilan,
membentuk sikap dan kebiasaan dalam menjalani kehidupan masyarakat.
·
Variabel politik
-
Kekuasaan
Kemampuan seseorang untuk mempengaruhi dan memimpin orang
lain.
-
Kesadaran kelas
Kesadaran seseorang terhadap kelas sosial dimana ia
berada.
-
Mobilitas
Merupakan perubahan seseorang dari kelas sosial satu ke
kelas sosial yang lain.
BAB 6
Lingkungan sosial mikro
Lingkungan sosial mikro adalah
interaksi sosial langsung diantara kelompok-kelompok masyarkata yang lebih
kecil. Interaksi sosial langsung ini dapat memiliki pengaruh yang kuat pada
pengetahuan dan perasaan konsumen tentang produk, toko, atau iklan dan pada
perilaku pengkonsumsian mereka (Peter dan olson, 1996). Yang termasuk dalam
lingkungan sosial mikro ini adalah keluarga dan kelompok referensi.
v Pengaruh Keluarga
Keluarga
merupakan dua orang atau lebih yang dikaitkan oleh hubungan darah, perkawinan,
atau pengadopsiam yang tinggal bersama-sama atau terpisah. Pemasar juga
menganalisis keluarga sebagai unit terkecil dalam strategi pemasaran. Keluarga
biasanya tinggal didalam sebuah rumah secara bersama dan disebut rumah tangga.
Dalam hal ini rumah tangga terbagi menjadi dua yaitu rumah tangga bukan
keluarga (orang yang tidak memilki ikatan / hubungan dan tinggal bersama) dan
rumah tangga keluarga (orang yang memilki ikatan hubungan dan tinggl bersama).
Selain itu, keluarga terbagi menjadi dua yiatu
keluarga inti (orang tua dan anaknya) dan keluarga luas (keluarga inti ditambah
dengan keluarga lain atau saudara lain). Dalam keluarga sendiri, pengambilan
keputusan yang diambil saling terkait satu sama lain. Terkait dengan pola
konsumsi suatu barang atau jasa maka ada beberapa hal yang berpengaruh
kaitannya dengan keluarga, yaitu jumlah rumah tangga dan jumlah anggota rumah
tangga. Fungsi pokok keluarga adalah adanya proses sosialisasi.
Peranan
Anggota Keluarga Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Setiap anggota keluarga mempunyai pengaruh
dalam pengambilan keputusan pembelian
maupun pengkonsumsian suatu produk dan jasa. Pemasar dalam hal ini sangat
tertarik dengan pengambilan keputusan keluarga dimana anggota keluarga
berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lain dalam membuat pilihan
pembelian. Untuk itu lebih jauh seorang pemasar perlu mengetahui peran apa yang
dilakukakan oleh masing-masing anggota keluarga dalam pengambilan suatu
keputusan.
Menurut
Peter dan Olson serta Sumarwan, terdapat peran dalam pengambilan keputusan
keluarga :
Inisiator (initiator) Seorang anggota
keluarga yang memiliki ide atau gagasan untuk membeli atau mengkonsumsi suatu
produk.
Pemberi pengaruh (Influence) Memberi
informasi bagi anggota keluarga lainya tentang suatu produk atau jasa (seorang
anak memberitahukan orang tuanya tentang
merek sereal untuk sarapan pagi).
Penjaga pintu (gatekeeper) Mengontrol aliran
info yang masuk kedalam keluarga (seorang ibu yang tidak memberitahu anaknya
tentang mainan baru).
Pengambil keputusan (decides) Memilki
keputusn untuk menentukan apakah suatu produk atau jasa akan dibeli atau tidak.
Pembeli (buyer) Orang yang akan membeli
produk atau jasa.
Pengguna (users) Mengkonsumsi atau
menggunakan produk atau jasa.
Pembuang (disposer) Membuang suatu produk
atau memberhentikan penggunaan suatu jasa.
Dalam
pengambilan keputusan keluarga terdapat hal yang menjadi perhatian yaitu
perbedaan kelas produk dan hubungannya dengan pengambilan keputusan keluarga,
struktur peran suami atau istri dan faktor penentu pengambilan keputusan
bersama. Dari pengambilan keputusan tersebut, dapat disimpulkan bahwa :
Keterlibatan suami atau istri untuk
masing-masing kelas produk memiliki perbedaan yang lebih lebar.
Dalam sebuah kelas produk tertentu, ada
perbedaan dalam keterlibatan suami/istri untuk setiap keputusan khusus yang
diambil dan untuk setiap tahapan pengambilan keputusan.
Keterlibatan suami atau istri untuk berbagai
keputusan konsumen cenderung berbeda cukup besar antara keluarga satu dengan
lainnya.
Beberapa
studi mengidentifikasikan model pengambilan keputusan produk oleh sebuah
keluarga, yaitu :
Istri lebih dominan dalam pengambilan
keputusan
Suami dominan dalam mengambil keputusan
Keputusan autonomi (tanpa tergantung satu
sama lain)
Keputusan bersama
Terdapat
beberapa jenis strategi umum yang mempengaruhi keluarga:
Pengaruh
ahli Digambarkan oleh upaya salah satu pihak menyajikan informsi khusus dari
berbagai macam alternative yang ada (menyajikan informasi yang rinci).
Ø Pengaruh legitimasi
Upaya
salah satu pihak untuk mempergunakan perasaan pasangannya untuk
mempertimbangkan nilai-nilai yang berkaitan dengan peran masing-masing sebagai
suatu pasangan yang telah disepakati.
Ø Tawar-menawar
Upaya
salah satu pihak untuk mengubah keputusan bersama menjadi keputusan yang
otonomi sebagai imbalan atas kebaikan yang diberikan kepada pasangannya (ada
kesepakatan).
Ø Pengaruh imbalan
Didasarkan
pada suatu komsinasi antara strategi kekuatan atau pengaruh imbalan dan
referensi.
Ø Pengaruh emosional
Melibatkan
penampakan reaksi yang bermuatan emosi.
Ø Pengaruh manajemen kesan
Merangkum semua upaya
membujuk yang telah disiapkan terlebih dahulu untuk memperkuat pengaruh pembeda
seseorang dalam suatu hubungan dua arah.
Pola atau gaya perilaku yang
mempengaruhi:
Bukan pemberi pengaruh
Pemberi pengaruh ringan
Pemberi pengaruh lemah (mencoba untuk
menempatkan pasangannya dalam suatu yang nyaman sebelum keputusan dibuat)
Pemberi pengaruh emosional
Pemberi pengaruh kombinasi (penggunaan semua
strategi pengaruh secara rata)
Pemberi pengaruh berat (penggunaan semua
strategi pengaruh)
Sosialisasi
konsumen adalah bagaimana anak-anak mendapatkan pengetahuan tentang produk dan
jasa serta keahlian-keahlian yang tidak berkaitan dengan konsumsi. Sosialisasi
ini terjadi langsung melalui intruksi yang diarahkan atau secara tidak langsung
melalui pengamatan dan pemodelan. Terdapat beberapa cara startegi pemasaran
untuk mengurangi waktu berbelanja, yaitu :
Menyediakan
informasi
Bantuan dan perencanaan
Mengembangkan penjualan diluar toko
Proses
otomatis
Meningkatkan pengiriman
Model
rantai arti akhir memberikan kerangka kerja yang sangat tepat untuk
menganalisis konflik keputusan. Seperti contoh, ada seorang anggota keluarga
yang tidak setuju dengan tujuan akhir yang diinginkan dari suatu pembelian.
Dalam suatu wisata ke kota Batu, dimana orang tua (bapak & ibu)
merencanakan untuk berefreshing di Agrokusuma yang sarat dengan nuansa
pertanian namun ditolak oleh seorang anak mereka dengan alasan di Agrokusuma
terbatas dengan wahana bermain anak. Perbedaan dalam tujuan akhir sering
menciptakan konflik besar karena banyaknya alternative pilihan yang sangat
berbeda yang harus dihubungkan dengan tujuan akhit yang tidak sesuai satu sama
lain.
v
Kelompok Referensi
Ø
Kelompok
rujukan atau referensi adalah setiap orang atau kelompok yang dianggap sebagai
dasar pembandingan bagi seseorang dalam membentuk nilai dan sikap umum/khusus
atau pedoman khusus bagi perilaku.
Ø
Faktor
yang berdampak pada pengaruh kelompok rujukan :
a. Informasi dan pengalaman
b. Kredibilitas, daya tarik dan
kekuatan kelompok rujukan
Ø
Hal-hal yang harus dilakukan oleh kelompok rujukan
sebagai berikut:
1. Memberitahukan atau mengusahakan
agar orang menyadari adanya suatu produk / merk khusus
2. Memberikan kesempatan pada individu
untuk membandingkan pemikirannya sendiri dengan sikap dan perilaku kelompok
3. Mempengaruhi individu untuk
mengambil sikap dan perilaku yang sesuai dengan norma-norma kelompok
4. Membenarkan keputusan untuk memakai
produk-produk yang sama dengan kelompok
Ø
Daya
tarik kelompok rujukan dalam pemasaran melalui :
- Daya Tarik Selebriti
- Daya Tarik Tenaga Ahli
- Daya Tarik Orang Biasa
- Daya Tarik Juru Bicara Eksekutif Dan
Karyawan
- Daya tarik kelompok rujukan lain
Ø
Jenis
kelompok acuan dibedakan menjadi :
1.
Kelompok
formal dan informal
2.
Kelompok
aspirasi dan disasosiasi
Ø
Pengaruh
kelompok acuan :
1.
Pengaruh
normatif
2.
Pengaruh
ekspresi nilai
3.
Pengaruh
informasi
Ø
Alasan
seseorang bergabung dengan sebuah grup referensi :
1. Untuk Mendapatkan Pengetahuan Yang
Berharga
2. Untuk Mendapatkan Penghargaan Atau
Menghindari Hukuman
3. Untuk Mendapatkan Makna Yang
Digunakan Untuk Membangun, Memodifikasi Atau memelihara konsep pribadi mereka
Ø
Pengaruh
yang diberikan oleh grup referensi (kelompok acuan) :
1.
Informasional
: Memberikan informasi yang berguna kepada konsumen baik secara verbal maupun
demostrasi.
2.
Utilitarian
: Kelompok acuan memilki kontrol atas imbalan atau hukuman yang penting.
3.
Pengaruh
ekspresi – nilai : Mencerminkan makna yang diinginkan.
Ø
Pengaruh
kelompok acuan pada produk dan merek ada dua dimensi, yaitu :
1.
Berkaitan
dengan sejauh mana suatu produk atau merek adalah sesuatu yang dibutuhkan atau
benda yang mewah.
2.
Sejauh
mana objek yang sedang dipertanyakan menarik atau dikenal oleh orang lain.
Berdasarkan keterangan diatas maka
dapat disimpulkan bahwa efek dari dimensi public-pribadi dan mewah-kebutuhan
pada pengaruh grup referensi untuk pilihan produk dan merek adalah sebagai
berikut:
Tabel
7. Efek Dari Dimensi Publik-Pribadi dan Mewah-kebutuhan

v Grup Referensi dan Strategi
Pemasaran
Grup
referensi memilki pengaruh terhadap konsumen terutama dalam proses pembelian.
Biasanya pemasar berusaha mendekati konsumen dengan menjadi grup referensi yang
diikuti konsumen. Misalnya seorang sales girl yang menawarkan produk kosmetik
kepada konsumennya dengan juga mengatakan bahwa sales tersebut juga menggunakan
produk kosmetik yang ditawarkan. Selain itu, pemasar juga menerapkan strategi
menggunakan grup referensi yang ahli dan sesuai dengan produk yang ditawarkan.
Misalnya produk pasta gigi pepsodent
Terdapat beberapa kelompok acuan yang
terkait dengan konsumen, yaitu
1
.Kelompok persahabatan (friendship group) dimana anggotanya memiliki hubungan
pertemanan atau lainnya . Dan
2.
Kelompok belanja (shopping group) kelompok yang terdiri dari dua orang atau
lebih yang melakukan belanja secara bersama- sama, baik dalam ikatan keluarga
atau lainnya .Mereka yang terlibat dalam kelompok ini memiliki kecenderungan
untuk saling bertukar ataupun memberi informasi mengenai produk atau merek yang
dijual
3.
Kelompok kerja (work group) Kelompok kerja ini merupakan kelompok yang bekerja
bersama dalam satu tempat kerja. Biasanya didalam tempat kerja, interaksi yang
terjadi ditempt kerja akan mempengarihi perilaku konsumsi dan pengambilan
keputusan konsumen dalam membeli produk atau jasa
4.
Kelompok atau masyarakat maya (virtual groups or communities) Kelompok ini
terbentuk karena adanya batasan geografik dan waktu sehingga menggunakan
tekhnologi dalam berkomunikasi melalui internet dengan membentuk
kelompok-kelompok tertentu.
5.
Kelompok pegiat konsumen (consumer action groups) Kelompok ini merupakan
kelompok yang terbentuk sebagai akibat adanya kurang puas atau perasaan kecewa
terhadap pembelian produk ataupun jasa.
Kelompok acuan yang digunakan dalam
komunikasi pemasaran serta peranannya
1.
Selebriti
Selebriti
ini berfungsi sebagai memberikan kesaksian, memberikan dorongan dan penguatan,
bertindak sebagai aktore dalam iklan dan betindak sebagai juru bicara perusahaan.
2.
Ahli atau pakar
Pemasar
menggunakan para pakar atau ahli untuk mengiklankan produknya sehingga relevan.
3.
Orangbiasa
Perusahaan menampilkan atau menggunakan konsumen yang puas terhadap produknya dalam iklan disebut sebagai penggunaan orang biasa.
4.Para
eksekutif dan karyawan
Para
eksekutif perusahaan adalah orang-orang yang dianggap sukses dalam bidangnya
sehingga pemasar berusaha untuk memberikan kesan kepada konsumen bahwa para
eksekutif figur sukses dan menarik mniat konsumen dalam melakukan pembelian.
5.
Karakter dagang atau juru bicara
Merupakan
simbol dari perusahaan yang digunakan dalam komunikasi pemasaran.
6.
Penguatan lainnya sebagai kelompok acuan
Ini merupakan upaya perusahaan untuk memberikan penguatan pada produknya mengenai standar dan kualitas produk,
Lingkungan Fisik Konsumen
1. Lingkungan
fisik adalah semua fisik non manusia dalam lingkungan dimana perilaku konsumen
terjadi. 2 bagian lingkungan fisik, antara lain :
-
elemen ruang (spatial) adalah struktur wadah ruang contohnya semua
jenis obyek fisik termasuk (produk dan merek) disamping negara, kota, toko dan
desain interior.
-
non ruang (non spatial) adalah faktor tak
nyata seperti temperatur, kelembaban, penerangan, tingkat kebisingan, dan
waktu.
Aspek lingkungan fisik
mempengaruhi
-
Kognisi
-
Afeksi
-
Perilaku konsumen
2. Rumah
adalah lingkungan fisik bagi konsumen. Rumah mempengaruhi sikap dan perilaku
konsumen secara langsung, contoh :
-
Rumah yang kotor akan mendorong konsumen segera membersihkan karena tidak nyaman
3. Waktu
adalah lingkungan fisik non spatial yang sangat mempengaruhi konsumen
-
Contohnya : Toko akan dipenuhi oleh
pengunjung pada akhir pekan atau awal bulan. Sebagian konsumen akan menghindari
kunjungan ke toko pada kedua waktu tersebut, karena dianggap sesak atau tidak
nyaman.
Cuaca akan mempengaruhi apa
yang dibeli dan dikonsumsi oleh konsumen
-
Penjualan payung meningkat pada saat musim
penghujan di Indonesia. Penjualan airm minum meningkat saat musim panas.
Penutup kuping, sarung tangan dan jaket tebal adalah produk untuk musim dingin.
Penerangan mempengaruhi perilaku konsumen
-
Banyak ditemukan bahwa seseorang akan bekerja
lebih baik dalam ruangan yang lebih terang, tapi di sisi lain pekerja juga
merasakan bahwa lampu yang tepat berada diatas kepala sangat tidak nyaman
rasanya.
4. Setiap
strategi pemasaran yang diciptakan oleh manajer pemasaran melibatkan pengubahan
terhadap beberapa aspek lingkungan sosial dan fisik.
-
Aspek fisik yang diubah
Strategi produk dengan produk disain baru dari produk
yang sudah ada, startegi promosi dengan mengubah iklan di majalah, mengganti
figure dari baliho yang dipasang dan mengubah tema dari papan reklame sepanjang
tol.
-
Aspek lingkungan social
Yang dapat diubah misalnya dengan melatih tenaga penjual
untuk tidak terlalu agresif, tidak terlalu menekan konsumen dan tetap ramah
dengan memperlakukan konsumen sebagai raja yang harus dilayani.

Komentar
Posting Komentar